WEDANG JIWAN

Wedang Jiwan adalah minuman khas dari Dusun Jiwan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, DIY. Nama Wedang Jiwan ini diambil sesuai dengan asal minuman ini. Ada juga yang mengatakan bahwa nama Jiwan merupakan singkatan dari Jiwa Pahlawan. Wedang Jiwan sendiri merupakan minuman tradisional yang terbuat dari ramuan rempah-rempah. Wedang Jiwan biasanya disuguhkan pada acara atau hajatan tertentu pada Dusun Jiwan atau pada tingkat desa. Wedang ini memiliki rasa rempah yang kuat dan dapat digunakan sebagai penghangat tubuh.

Sejarah

Wedang Jiwan telah ada sejak zaman dahulu. Belum pasti kapan ditemukannya, namun menurut beberapa narasumber Wedang Jiwan ini telah melalui lebih dari 3 generasi. Asal-usul dari wedang ini dahulunya digunakan sebagai minuman pendamping bagi para pejuang atau pahlawan. Oleh sebab itulah dinamai Wedang Jiwan yang berarti jiwa pahlawan. Penamaan Jiwan sendiri sebenarnya baru-baru ini digunakan dan ditetapkan. Tetapi keberadaan wedang ini telah ada sejak dahulu namun beredar tanpa nama, dan hanya disebut oleh masyarakat sekitar sebagai wedang saja.

Wedang Jiwan terbuat dari beberapa rempah dan diolah dengan cara khusus. Beberapa komposisi dari Wedang Jiwan adalah:

  1. Gula pasir
  2. Gula merah atau gula aren
  3. Jahe
  4. Sereh
  5. Kayu manis
  6. Cengkeh
  7. Kapulaga
  8. Garam

Untuk proses pembuatannya adalah sebagai berikut:

  1. Jahe, sereh, kayu manis, cengkeh, dan kapulaga dicuci bersih.
  2. Panaskan air sampai mendidih.
  3. Jahe dan sereh digeprek lalu dimasukkan ke dalam rebusan air.
  4. Kapulaga dikupas atau bisa juga ditumbuk lalu dimasukkan ke dalam rebusan air.
  5. Cengkeh dan kayu manis dimasukkan ke dalam rebusan air.
  6. Masukkan gula merah atau gula aren bersamaan dengan gula pasir sesuai selera.
  7. Masukkan garam secukupnya.
  8. Aduk hingga gula larut.
  9. Rebus kurang lebih selama 1 jam.
  10. Setelah kurang lebih 1 jam, matikan kompor dan tunggu sejenak hingga semua bahan bahan tadi mengendap dulu.
  11. Setelah mengendap, saring wedang terlebih dahulu sebelum disajikan.
  12. Wedang Jiwan siap dikonsumsi.

Secara penyajian atau konsumsi dan juga produksi, Wedang Jiwan masih terbatas. Penyajian Wedang Jiwan hanya disajikan pada acara tertentu saja di daerah Dusun Jiwan dan sekitarnya. Penyajian Wedang Jiwan biasanya pada acara merti dusun, nyadran, kenduri, syukuran, slametan, dan jika ada acara-acara lainnya. Namun biasanya Wedang Jiwan juga dikonsumsi sebagai minuman obat yang berguna sebagai obat masuk angin, batuk, pilek, dan juga sebagai minuman penghangat tubuh. Walaupun demikian, Wedang Jiwan masih terbatas dalam hal produksi dalam segi komersial. Wedang Jiwan diproduksi biasanya jika ada acara pameran atau acara lainnya yang bertujuan untuk mengenalkan minuman ini. Namun Wedang Jiwan telah melangkah ke arah sana. Terbukti sudah adanya merek Wedang Jiwan sendiri beserta pengemasannya, hanya tinggal proses produksi untuk penjualan dan juga pemasarannya.

Kekhasan minuman ini dapat dikatakan sebagai implikasi adanya sifat kebudayaan yang adaptif. Adaptasi tersebut tentu saja dilakukan atas dasar kreativitas masyarakat setempat. Agaknya dari kreativitas tersebut, lalu ada upaya yang dilakukan masyarakat dalam meningkatkan potensi ekonomi dengan mengolah dan memproduksi hasil olahan di pasaran. Selain itu, ada upaya masyarakat dalam menciptakan wilayah yang berbasis ramah lingkungan dengan menanam rempah-rempah sebagai bahan pembuatan wedang jiwan. Dari sini, agaknya seluruh upaya tersebut patut dijadikan pertimbangan bagi pemerintah setempat untuk memberikan apresiasi seperti bimtek pengolahan rempah, acara festival rempah, maupun rekomendasi untuk pencatatan serta penetapan wedang jiwan sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan di bidang pengetahuan tradisional.