Makam Ki Brongkol Cangkringan
Hengkangnya Demang Tomenggala dan pengikutnya membuat PB II marah dan memerintahkan Patih Jayaningrat untuk mencarinya, hidup atau mati. Berdasarkan telik sandi (intelijen istana) yang ditugaskan, keberadaan Tomenggala pun dapat dideteksi. Berangkatlah patih dan pasukan pilihannya untuk menangkap Tomenggala. Perlawanan sengit terjadi karena pihak Demang diperkuat para kenthol (jagoan) dan dukungan dari warga tepian sungai.
Warga tepian sungai tersebut merupakan keturunan dari leluhur mereka yang hidup pada masa Mataram kuno (Hindu). Di daerah tepi sungai itu banyak tokoh disegani oleh siapa pun. Salah satu tokoh bernama Ki Brongkol merupakan tokoh sakti yang memimpin perkampungan kuno tersebut yang kemudian diberi nama Brongkol dan ditetapkan sebagai Padukuhan Brongkol di wilayah Kalurahan Argomulyo. Makamnya pun masih ada dengan konstruksi bangunan tersusun dari batu candi.
Saat itu anak keturunan Ki Brongkol yang meneruskan kehidupan leluhurnya dengan menurunkan semangat hidup dan jiwa kesatria. Mereka pun akhirnya berdiri di pihak Tomenggala serta turut membantu Demang Tomenggala bersama pengikutnya. Peperangan sengit terjadi siang dan malam. Akhirnya, kedua tokoh ini luka parah akibat senjata masing-masing. Demang Tomenggala terlempar sampai ke puncak Gunung Merapi dan Patih Jayaningrat jatuh meninggal akibat tertusuk tombak. Dalam kisah ini juga diceritakan Jayaningrat sudah mati kemudian dinaikkan ke atas kuda oleh prajurit untuk dibawa pulang ke Surakarta. Di tempat terpisah, dari puncak Gunung Merapi, Demang Tomenggala yang terlempar dan moksa mengeluarkan semacam sumpah yang menyatakan sampai di manapun Jayaningrat berada (makamnya) terus akan diburu dan dihancurkan bersama lahar erupsi Gunung Merapi. Ancaman ini ditanggapi serius oleh pihak PB II. Setelah melalui pertimbangan matang maka mayat Patih dibawa kembali dan dibuat pesanggrahan sekaligus dimakamkan di lokasi perang, yang sekarang dikenal dengan nama Gadingan, berjarak sekitar tiga kilometer sebelah selatan Padukuhan Cangkringan.